Powered By Blogger

Selasa, 29 Maret 2011

SERUAN JIHAD

Dikala manusia disibukkan dengan kesibukan keduniawiannya, jarang yang memikirkan kesinambungan Agama Tuhannya. Maka berbahagialah mereka yang sudi meluangkan waktunya meski sebentar. Umur kita adalah pemberian Tuhan secara cuma-cuma, sudah begitu angkuhkah kita sehingga tidak lagi mau meluangkan sedikit waktunya untuk Tuhannya. Agama tanpa kita perjuangkan niscaya ia akan musnah sebagaimana terjadi di beberapa belahan dunia. Jika hari ini kita masih rajin sholat, bagaimanakah dengan anak cucu kita. Jika hari ini kita masih fashih baca Qur'an, bagaimakah dengan mereka. Apa yang kita kerjakan sekarang adalah buah dari perjuangan para pendahulu kita yang telah meluangkan waktu mereka untuk mengajar agama pada kita. Sudahkah itu kita lakukan?
BERJUANGLAH DEMI TEGAKNYA KALIMATULLAAH. ALLAAHU AKBAR

Jumat, 07 Januari 2011

akhkamul mudud

  1. Mad wajib Muttashil
    Disebut mad wajib muttashil, bila dalam satu kata bertemu mad thabi'i dengan huruf hamzah. Dinamakan muttashil karena mad thabi'i dengan huruf hamzah dalam satu kata.
    Aturan bacaannya panjang, 6 harakat ketika berhenti.
اذا جاء

  1. Mad Jaiz Munfashil (terpisah)
    Disebut mad
      Jaiz munfashil, bila mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah di kata berikutnya. Dinamakan munfashil karena huruf mad dengan huruf hamzah terdapat pada kata yang berbeda. Aturan membacanya,  5 harakat menurut imam Hafsh.

وما أمروا إلا

  1. Mad 'Aridh
    Disebut mad 'aridh, bila huruf mad atau huruf layin bertemu dengan sukun yang terjadi karena wakaf. Dinamakan 'aridh karena mad asli yang terdapat di akhir ayat dibaca sukun karena wakaf, jika di washal dia tetap sebagai mad thabi'i.
    Aturan membacanya boleh 3 macam: pendek (2 harakat), sedang (4 harakat), panjang (6 harakat). Contoh: .
اياك نعبد واياك نستعين                          

  1.  Mad layin
Hal yang sama juga diperlakukan pada mad layin ketika wakaf. Contoh: .
Dinamakan mad layin (lembut) karena pengucapannya lembut dan mudah.
karena bila
و atau ي tersebut tidak dalam posisi waqof maka tidak dibaca panjang. Contohnya

الم نجعل له عينين ( ) ولسانا وشفتين

  1. Mad Badal
    Disebut mad badal, bila huruf hamzah terdapat sebelum mad thabi'i di dalam 1 kata (setelah mad tidak ada lagi hamzah.atau sukun). Dinamakan badal karena huruf mad merupakan pengganti dari huruf hamzah, dimana asal dari mad badal pada umumnya adalah karena bertemunya 2 hamzah dalam 1 kata, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun, seterusnya huruf hamzah yang kedua diganti menjadi huruf mad yang sesuai dengan jenis harakat huruf hamzah yang pertama, untuk meringankan bacaan.
    Jika huruf hamzah yang pertama berbaris fathah, maka yang kedua diganti menjadi huruf alif, seperti: asalnya .
    Jika huruf yang pertama berharokat kasrah, maka yang kedua diganti menjadi huruf ya, seperti: asalnya .
    Jika huruf yang pertama berharokat dhammah, maka yang kedua diganti menjadi huruf wau, seperti: asalnya .
    Aturan membacanya, panjang dua harakat seperti mad thabi'i.

        فزادهم إيمانا        


  1. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, adalah:
    Serangkaian huruf-huruf hijaiyah yang terletak di awal beberapa surat. Oleh karena huruf-huruf tersebut tabpa harokat maka cara membacanya dengan dibaca apa adanya tanpa harokat. Bila huruf-huruf tersubut ketika diucapkan bertemu dengan huruf yang sukun maka huruf tersebut dinamakan mutsaqqol. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut.
    Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Contoh, huruf lam dalam:  huruf-huruf ini adalah

  1. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, adalah:
    Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli pada salah satu huruf hijaiyah yang tidak bertasydid.
    Dinamakan mukhaffaf karena ringan mengucapkannya akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. Contoh, huruf mim dalam:
Catatan: huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat ada

  1. Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, adalah:
    Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam 1 kata.
    Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
    Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya sebagai akibat terdapatnya tasydid pada huruf yang sukun. Contoh, huruf alif dalam: , dari firman Allah Taala:

  1. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, adalah:
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang sukun (tetapi tidak bertasydid) dalam satu kata.
Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
Dinamakan mukhaffaf karena mengucapkannya ringan dan mudah sebagai akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu.
Dinamakan kalimi (kata) karena sukun asli dan mad thabi'i itu terdapat dalam 1 kata. Contoh, kata: pada 2 tempat dalam surat Yunus, masing-masing pada ayat 51 dan 91.

  1. Mad shillah thowilah
    Yang dimaksud dengan istilah ini adalah bila terdapat ha’ dlomir mufrod muzdakar ghoib ( orang ke tiga tunggal /
     ه) yang tidak didahului sukun dan tidak bertemu dengan sukun. Dan kemudian ia bertemu dengan hamzah, hokum bacaannya 5 harokat.

  1. mad shillah qoshiroh
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah bila terdapat ha’ dlomir mufrod muzdakar ghoib ( orang ke tiga tunggal /  ه) yang tidak didahului sukun dan tidak bertemu dengan sukun. Dan kemudian ia bertemu dengan huruf selain hamzah, hokum bacaannya 2 harokat.

Semoga bermanfaat. Amiin

Rabu, 05 Januari 2011

siapa sekitar kita?

Syaech al-Samarqondy dalam bukunya  " Tanbihul Ghofilin " mensinyalir bahwa seseorang akan terwarnai oleh sekelilingnya. lebih lanjut ia berkata "barang siapa bergaul dengan delapan golongan ini maka Allaah akan tambahkan ia sepuluh sifatnya"

من جلس مع ثمانية اصناف من الناس زاده الله ثمانية أشياء
  • من جلس مع الأغنياء زاده الله حب النيا والرغبة فيها    barang siapa sering berkumpul dengan orang-orang kaya, maka Allaah akan tambahkan ia cinta dunia dan merasa senang di dalamnya.
  •  ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى   barang siapa sering berkumpul dengan fakir miskin, maka Allaah akan tambahkan jadi orang yang pandai bersyukur dan rela dengan apa yang telah Allaah berikan.
  •  ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب     barang siapa sering berkumpul dengan penguasa, maka Allaah akan tambahkan jadi orang yang sombong dan hatinya keras.
  •  ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوة والميل الى عقولهن     barang siapa sering berkumpul dengan wanita, maka Allaah akan tambahkan ia jadi orang yang bodoh dan tambahlah syahwatnya sekaligus ia akan ikut pada pola pikir wanita.
  • ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح    barang siapa sering berkumpul dengan anak-anak, maka Allaah akan tambahkan ia suka bermain-main dan canda tawa.
  • ومن جلس مع الفساق زاده الله الجراءة على الذنوب والمعاصى والأقدام عليها والتسويف فى التوبة  barang siapa sering berkumpul dengan pendosa besar, maka Allaah akan tambahkan ia berani berbuat dosa dan ma'siat akan selalu menjadi kebiasaannya, dan suka menunda-nunda taubat
  • ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة فى الطاعة واجتناب المحارم barang siapa sering berkumpul dengan para solihin maka Allaah akan menjadikan ia taat pada Tuhannya dan menjahui larangan-larangan-NYA.
  • ومن جلس مع العلماء زاده الله العلم والورع  barang siapa sering berkumpul denganUlama' maka Allaah akan tambahkan ia ilmu dan sifat wira'i. والله اعلم بالصواب

Selasa, 28 Desember 2010

sejarah singkat MTs. Sholihiyyah

      Sejarah Singkat MTs. Sholihiyyah
Kalitengah adalah sebuah desa yang berada belahan selatan kabupaten Demak, meskipun ikut pada kabupaten Demak, secara geografis ia lebih dekat dengan Kota Semarang. Kalitengah merupakan sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam yang taat. Maka tidaklah aneh bila di desa tersebut sejak tahun 70-an telah berdiri sebuah lembaga pendidikan non formal, yaitu Madrasah Diniyyah dengan nama " Al-Falah", yang pada waktu itu bertempat di tengah-tengah desa tersebut, tepatnya di lingkungan Ustadz Fadlil. Masyarakat setempat  sangat merasakan manfaat keberadaan Madrasah tersebut. Pada tahun 80-an dengan berbagai pertimbangan masyarakat setempat memindahkan kegiatan pendidikan agama tersebut kelingkngan masjid, yaitu di belahan barat dari desa tersebut dengan nama Sholihiyyah. Sedangkan Sholihiyyah itu sendiri diambil dari nama salah  seorang tokoh penyebar agama Islam di desa Kalitengah, yaitu KH Sholih, karena perjuangannya yang begitu gigih maka nama beliau diabadikan menjadi sebuah nama madrasah, yaitu Sholihiyyah.
Sehubungan dengan kemajuan zaman, simbah KH. Mu’tasim Billah, (penerus perjuangan Simbah Kyai Sholih) berinisiatif agar Kalitengah didirikan sebuah lembaga pendidikan Formal yang bercirikhas Islam, yang mampu menfisilitasi kebutuhan warga setempat, dengan alas an anak-anak bila ingin meneruskan belajar ke jenjang yang lebih tingi tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Di samping itutidak sedikit dari warga masyarakat setempat yang sudah berpendidikan tngi, yakni telah mencapai tingkat sarjana.
Dari gagasan tersebut kemudian kemudian ditindak lanjuti oleh Bapak Kasmuin, S.Ag, S.Pd. Pada tanggal 23 Mei 1997 beliu bapak Kasmuin, S.Ag, S.Pd menghimpun beberapa komponen masyarakat yang dibutuhkan dem tercapainya sebuah gagasan yang cemerlang tersebut. Pada pertengahan Mei 1997 diadakan pertemuan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dan dari pertemuan tersebut terbentuklah sebuah yayasan dengan nama Sholihiyyah, yang mana  nama tersebut disamakan dengan nama Madrasah Diniyyah yang ada, sekaligus membentuk kepengurusan yayasan dengan kepengurusan harian sebagai berikut :
Penasehat                     : KH. Mu’tasim Billah, K. Sulaiman,
K. Masykuri
            Ketua                           : H. Saerozi
            Sekertaris                     : Bambang GP, S.Pd
            Bendahara                    : K. Muhibbin SY
Dari kepengurusan tersebut kemudian mereka mengadakan rapat secara marathon demi untuk merealisasikan gagasan semula, yaitu mendirikan Lembaga Pendidikan aIslam. Dari rapat-rapat yang diselenggarakan ahirnya yayasan sepakat untuk mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Islam, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan nama Sholihiyyah
Dari pihak yayasan kemudian menetapkan pengurus harian MTs. Dengan susunan sebagai berikut :
            Kepala Madrasah                     : Kasmuin, S.Ag, S.Pd
            Waka Kurikulum                      : Arifin, S.Ag
            Waka Kesiswaan                     : Ali Mustajab, S.Ag
            Waka Humas                           : Abdul Salam HM
            Waka Sarpras                          : Bambang GP, S.Pd
            Waka TU                                 : K. Muhubbin SY
            TU                                           : Suyanti
            Dengan melihat latar belakang masyarakat yang religius, disamping Menggunakan kurikulum Depag, MTs. Sholihiyyah Kalitengah juga menerapkan pelajaran yang bercirikan pesantren. Banyak muatan local yang diterapkan di MTs. Sholihiyyah Kalitengah, diantaranya nahwu sorof, tagrib, ta’lim dan lain sebagainya.
Untuk pertama kalinya MTs. Sholihiyyah Kalitengah mengiduk pada MTs. Ma’arif NU Mranggen, yang kebetulan beliau Bapak Kasmuin, S.Ag. S.Pd masih aktif mengajar di masrasah tersebut. Hal itu hanya berlangsung satu tahun ajaran, yaitu pada tahun 1997 / 1998. Dan pada ajaran tahun berikutnya tepatnya pada tahun ajaran 1998 / 1999 MTs. Sholihiyyah Kalitengah menginduk pada Ma’arif NU Demak. Pada tahun berikutnya MTs. Sholihiyyah Kalitengah mandiri, dan ikut pada Kelompok Kerja Madrasah ( KKM) Karangawen,sampai sekarang.
            Seperti halnya Madrasah lainnya, MTs. Sholihiyyah Kalitengah menerapkan Hari KBM dimulai hari Sabtu s/d Kamis, hari Jum’at dipergunakan untuk hari libur. Namun mulai tahun ajaran 2007/2008 hari lbur dialihkan pada hari Ahad. Hal tersebut dikarenakan antara lain siswa-siswi yang pada hari Minggu tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, oleh karena pada umumnya teman-teman mereka libur pada hari tersebut. Untuk mensiasatinya maka pihak Madrasah terpaksa mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada hari Minggu. Dan itu berlangsung sampai sekarang dan sangat efektif