Powered By Blogger

Jumat, 07 Januari 2011

akhkamul mudud

  1. Mad wajib Muttashil
    Disebut mad wajib muttashil, bila dalam satu kata bertemu mad thabi'i dengan huruf hamzah. Dinamakan muttashil karena mad thabi'i dengan huruf hamzah dalam satu kata.
    Aturan bacaannya panjang, 6 harakat ketika berhenti.
اذا جاء

  1. Mad Jaiz Munfashil (terpisah)
    Disebut mad
      Jaiz munfashil, bila mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah di kata berikutnya. Dinamakan munfashil karena huruf mad dengan huruf hamzah terdapat pada kata yang berbeda. Aturan membacanya,  5 harakat menurut imam Hafsh.

وما أمروا إلا

  1. Mad 'Aridh
    Disebut mad 'aridh, bila huruf mad atau huruf layin bertemu dengan sukun yang terjadi karena wakaf. Dinamakan 'aridh karena mad asli yang terdapat di akhir ayat dibaca sukun karena wakaf, jika di washal dia tetap sebagai mad thabi'i.
    Aturan membacanya boleh 3 macam: pendek (2 harakat), sedang (4 harakat), panjang (6 harakat). Contoh: .
اياك نعبد واياك نستعين                          

  1.  Mad layin
Hal yang sama juga diperlakukan pada mad layin ketika wakaf. Contoh: .
Dinamakan mad layin (lembut) karena pengucapannya lembut dan mudah.
karena bila
و atau ي tersebut tidak dalam posisi waqof maka tidak dibaca panjang. Contohnya

الم نجعل له عينين ( ) ولسانا وشفتين

  1. Mad Badal
    Disebut mad badal, bila huruf hamzah terdapat sebelum mad thabi'i di dalam 1 kata (setelah mad tidak ada lagi hamzah.atau sukun). Dinamakan badal karena huruf mad merupakan pengganti dari huruf hamzah, dimana asal dari mad badal pada umumnya adalah karena bertemunya 2 hamzah dalam 1 kata, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun, seterusnya huruf hamzah yang kedua diganti menjadi huruf mad yang sesuai dengan jenis harakat huruf hamzah yang pertama, untuk meringankan bacaan.
    Jika huruf hamzah yang pertama berbaris fathah, maka yang kedua diganti menjadi huruf alif, seperti: asalnya .
    Jika huruf yang pertama berharokat kasrah, maka yang kedua diganti menjadi huruf ya, seperti: asalnya .
    Jika huruf yang pertama berharokat dhammah, maka yang kedua diganti menjadi huruf wau, seperti: asalnya .
    Aturan membacanya, panjang dua harakat seperti mad thabi'i.

        فزادهم إيمانا        


  1. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, adalah:
    Serangkaian huruf-huruf hijaiyah yang terletak di awal beberapa surat. Oleh karena huruf-huruf tersebut tabpa harokat maka cara membacanya dengan dibaca apa adanya tanpa harokat. Bila huruf-huruf tersubut ketika diucapkan bertemu dengan huruf yang sukun maka huruf tersebut dinamakan mutsaqqol. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut.
    Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Contoh, huruf lam dalam:  huruf-huruf ini adalah

  1. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, adalah:
    Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli pada salah satu huruf hijaiyah yang tidak bertasydid.
    Dinamakan mukhaffaf karena ringan mengucapkannya akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. Contoh, huruf mim dalam:
Catatan: huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat ada

  1. Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, adalah:
    Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam 1 kata.
    Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
    Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya sebagai akibat terdapatnya tasydid pada huruf yang sukun. Contoh, huruf alif dalam: , dari firman Allah Taala:

  1. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, adalah:
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang sukun (tetapi tidak bertasydid) dalam satu kata.
Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
Dinamakan mukhaffaf karena mengucapkannya ringan dan mudah sebagai akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu.
Dinamakan kalimi (kata) karena sukun asli dan mad thabi'i itu terdapat dalam 1 kata. Contoh, kata: pada 2 tempat dalam surat Yunus, masing-masing pada ayat 51 dan 91.

  1. Mad shillah thowilah
    Yang dimaksud dengan istilah ini adalah bila terdapat ha’ dlomir mufrod muzdakar ghoib ( orang ke tiga tunggal /
     ه) yang tidak didahului sukun dan tidak bertemu dengan sukun. Dan kemudian ia bertemu dengan hamzah, hokum bacaannya 5 harokat.

  1. mad shillah qoshiroh
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah bila terdapat ha’ dlomir mufrod muzdakar ghoib ( orang ke tiga tunggal /  ه) yang tidak didahului sukun dan tidak bertemu dengan sukun. Dan kemudian ia bertemu dengan huruf selain hamzah, hokum bacaannya 2 harokat.

Semoga bermanfaat. Amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar